Epson L350 – Hemat Tapi Andal

 

Teknorus – Sejak pertama kali diperkenalkan 2010 silam, rangkaian printer Epson seri L telah membantu pengguna lebih leluasa mencetak tanpa perlu mencemaskan biaya operasional berkat inovasi sistem tanki tinta. Kini Epson mencoba memberikan kemudahan yang sama bagi pengguna UKM melalui Epson L350. Printer berjenis all-in-one ini diklaim mampu mencetak hingga 9 ipm dengan siklus cetak mencapai 30.000 lembar. Seperti seri L sebelumnya, L350 mengadopsi sistem tanki tinta yang sama dengan print head Micro Piezo untuk jaminan performa andal. Model ini juga menawarkan botol tinta berkapasitas tinggi seharga 69 ribu rupiah, memungkinkan pengguna mencetak dalam volume tinggi.

 

Paket penjualan awal mencakup satu botol tinta hitam 70 ml yang bisa mencetak hingga 4000 halaman hitam dan tiga botol tinta warna 70 ml yang bisa mencetak hingga 6500 halaman warna. Dari segi fsik, L350 tak berbeda jauh dari anggota keluarga seri L lainnya kecuali soal bagian atbed scanner yang terpasang di bagian atas mengingat fungsinya sebagai printer all-in-one yang menawarkan fungsi cetak, copy, dan scan dalam satu tempat. Tombol pengoperasian terdiri dari tombol daya, copy hitam, copy warna, indikator tinta yang juga berfungsi sebagai tombol pause resume. Semuanya berjajar rapi di bagian depan. Pada seting default, ia hanya butuh waktu 1 menit 2 detik untuk menyelesaikan tugas cetak 10 halaman teks hitam berukuran A4. Sayangnya, warna hitam tampak kurang solid; cenderung kurang pekat dan mengarah ke abuabu. Teks juga tak setajam yang diharapkan.

 

Pencetakan dokumen dengan elemen grafs tergolong relatif bagus namun memakan waktu lebih lama ketimbang printer sekelasnya seperti Canon PIXMA MX897. Tugas cetak foto dilalui dengan sempurna dari segi kualitas. Foto tampak jernih dengan kecerahan dan kontras seimbang plus warna relatif akurat dan yang terpenting detil memikat. Namun L350 gagal tampil prima dalam dalam aspek kecepatan. Ia menyelesaikan selembar Photodisc warna berukuran A4 dalam waktu 10 menit 37 detik pada seting High Quality. Catatan ini merupakan yang terlama sepanjang sejarah pengujian cetak foto kami. Dan saat kami coba mengaktifkan seting high speed, perbedaan waktunya hanya sekitar 30 detik untuk foto hitam dan warna berukuran 4R. Performa copy dan scan, di lain pihak, memberikan hasil yang lebih gemilang.

 

Pada mode draft dan seting high speed, L350 mencatat waktu 3 dan 14 detik untuk copy hitam dan warna sementara tugas scan teks hitam A4 beresolusi 300 dpi ditempuh dalam 16 detik. Dalam posisinya sebagai printer all-in-one, Epson L350 boleh dibilang sukses memainkan peranannya meski tak seoptimal yang diharapkan. Namun harus diakui bonus dua botol tinta dan harga 2,1 juta rupiah yang amat terjangkau merupakan nilai tambah tersendiri.